
Perkembangan dunia seni belakangan ini tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang modern, namun juga dipengaruhi oleh perkembangan pola pikir manusia. Munculnya seni kontemporer menjadi indikator berkembangnya dunia seni. Salah satu aliran seni yang ada ialah Kinetic Art atau seni kinetik. Seni kinetik menjadi salah satu jenis karya seni yang menampilkan dua hal yang selama ini sebenarnya terpisah, yaitu aspek ilmiah dari unsur teknologi dan aspek seni yang artistik.
Para pecinta seni biasanya mempunyai suatu galeri seni yang menampilkan karya-karya seniman ternama akan suatu karyanya yang menarik dan unik. Galeri seni selalu menyajikan nuansa baru, inspiratif, dan ekspresi seniman yang beragam. Edwin Rahardjo selaku seniman yang dikenal sebagai pelopor Indonesian Contemporary Art Gallery yang menampilkan karya-karya seni kontemporernya. Kinetic Art di Indonesia tidak dipungkiri dapat berkembang karena peran sang seniman Edwin Rahardjo. Masyarakat yang tadinya tidak atau belum mengenal seni kinetik dapat mulai mengenalnya melalui Edwin. Upaya yang dilakukan itu bertujuan agar masyarakat lebih mengenal, memahami, dan menghargai karya seni kinetik yang muncul. Baca Juga Artikel Bagaimana Peran Seni Kinetik dalam Kehidupan Masyarakat?
Edwin’s Gallery atau yang dikenal Kinetic Art gallery bertujuan untuk menjadi wahana pengembangan seni kinetik yang dipeloporinya. Di dalamnya terdapat koleksi karya-karya seni seniman, baik dari dalam maupun luar negeri yang menjadi pengembangan seni rupa di tanah air. Salah satu seniman luar negeri yang turut berkontribusi di galeri tersebut ialah Tang Shu yang berasal dari Cina. Seniman tersebut merupakan seniman yang serius pemikirannya, sentimental, energik, dan humoris. Tang Shu memunculkan perubahan dalam karyanya sejak tahun 2005. Ia lebih fokus pada wajah yang dikerjakannya dengan sentuhan kuasnya yang besar dan bebas, warna khas yang digunakan ialah abu-abu dan menjadi warna dominan di kanvasnya, seolah menampilkan kesan misteri dan tragedi serta rahasia yang tersembunyi di baliknya. Di Indonesia sendiri Edwin juga berusaha agar masyarakat umum tidak asing lagi dengan seni kinetik yang sebenarnya sudah akrab dengan kehidupan sehari-hari mereka.









